Kenali Perbedaan Kapasitor Milar dan Keramik

Avatar photo

Perbedaan utama antara kapasitor milar (Mylar capacitor) dan kapasitor keramik (Ceramic capacitor) terletak pada jenis bahan dielektrik yang digunakan dan karakteristik kinerjanya.

Berikut ini beberapa perbedaan antara keduanya:

Bahan Dielektrik

Kapasitor Milar dan Keramik

Kapasitor Milar: Kapasitor milar menggunakan film poliester Mylar sebagai bahan dielektriknya. Film poliester memberikan stabilitas termal yang baik dan memiliki keandalan yang tinggi dalam jangka waktu yang panjang.

Kapasitor Keramik: Kapasitor keramik menggunakan bahan keramik sebagai dielektriknya. Bahan keramik memiliki keunggulan dalam mempertahankan kapasitansi yang tinggi dalam ukuran fisik yang kecil.

Kapasitansi

Kapasitor Milar: Kapasitor milar memiliki kapasitansi yang umumnya lebih tinggi dibandingkan dengan kapasitor keramik dengan ukuran fisik yang relatif lebih besar.

Kapasitor Keramik: Kapasitor keramik memiliki kapasitansi yang umumnya lebih rendah dibandingkan dengan kapasitor milar, namun tersedia dalam ukuran fisik yang lebih kecil dan kapasitansi yang lebih tinggi dapat dicapai dengan ukuran yang lebih besar.

Baca Juga: Pahami 7 Fungsi Kapasitor Variabel Berikut

Faktor Frekuensi

Kapasitor Milar: Kapasitor milar memiliki stabilitas kapasitansi yang baik pada rentang frekuensi yang lebar. Mereka cocok untuk aplikasi yang membutuhkan stabilitas kapasitansi yang tinggi.

Kapasitor Keramik: Kapasitor keramik dapat menunjukkan perubahan kapasitansi yang lebih signifikan dengan perubahan frekuensi. Kapasitor keramik sering digunakan dalam aplikasi dengan frekuensi yang lebih tinggi.

Toleransi

Kapasitor Milar: Kapasitor milar umumnya memiliki toleransi yang lebih baik dalam mempertahankan nilai kapasitansi yang sesuai dengan spesifikasi yang diberikan.

Kapasitor Keramik: Kapasitor keramik memiliki toleransi yang lebih rendah, yang berarti nilai kapasitansinya bisa memiliki variasi yang lebih besar dari nilai yang ditentukan.

Baca Juga: Menghitung Kapasitor Bank Untuk Daya 900 Watt

Pilihan antara kapasitor milar dan kapasitor keramik tergantung pada kebutuhan spesifik aplikasi Anda.

Kapasitor milar sering digunakan dalam aplikasi audio, pemfilteran, dan penstabilan tegangan, sementara kapasitor keramik lebih umum digunakan dalam aplikasi elektronik umum, komunikasi nirkabel, dan peralatan elektronik konsumen.

Bahan Pembuatan kapasitor

Bahan Pembuatan kapasitor

Bahan dielektrik adalah bahan isolator yang digunakan dalam kapasitor untuk memisahkan elektroda dan menyimpan muatan listrik.

Bahan dielektrik memiliki sifat isolasi yang tinggi, yang memungkinkan mereka untuk menyimpan muatan listrik tanpa mengalirkan arus listrik secara signifikan.

Baca Juga: 2 Jenis Pengganti Kapasitor Milar Paling Umum

Berikut ini beberapa bahan dielektrik yang umum digunakan dalam kapasitor:

  1. Poliester (Mylar): Poliester adalah bahan dielektrik yang digunakan dalam kapasitor milar. Mereka memberikan stabilitas termal yang baik dan memiliki keandalan yang tinggi dalam jangka waktu yang panjang.
  2. Keramik: Bahan keramik, seperti titanat barium (BaTiO3) atau titanat seng (ZnTiO3), digunakan sebagai bahan dielektrik dalam kapasitor keramik. Kapasitor keramik memiliki keunggulan dalam mempertahankan kapasitansi yang tinggi dalam ukuran fisik yang kecil.
  3. Polipropilena: Kapasitor film polipropilena menggunakan film polipropilena sebagai bahan dielektriknya. Mereka menawarkan stabilitas kapasitansi yang baik dan tingkat kebisingan rendah.
  4. Poliester Metalisasi: Kapasitor film poliester metalisasi menggunakan film poliester dengan lapisan logam metalisasi sebagai bahan dielektriknya. Mereka menawarkan kapasitansi yang stabil, keandalan yang tinggi, dan hambatan rendah.
  5. Tantalum: Kapasitor tantangan menggunakan bahan tantalum sebagai elektroda dan oksida tantalum sebagai bahan dielektriknya. Kapasitor ini memiliki kapasitansi yang tinggi dalam ukuran fisik yang kecil dan menawarkan kestabilan yang baik.
  6. Polipropilena Metalisasi: Kapasitor film polipropilena metalisasi menggunakan film polipropilena dengan lapisan metalisasi sebagai bahan dielektriknya. Mereka menawarkan kombinasi antara kestabilan kapasitansi yang baik, faktor kebisingan rendah, dan keandalan yang tinggi.

Baca Juga: 6 Fungsi Kapasitor Milar Wajib Kalian Tau

Setiap bahan dielektrik memiliki karakteristik yang berbeda, seperti kapasitansi yang dapat dicapai, faktor frekuensi, toleransi, dan stabilitas terhadap suhu.

Pilihan bahan dielektrik tergantung pada kebutuhan aplikasi, frekuensi operasi, dan persyaratan kinerja yang diinginkan dalam kapasitor.