7 Jenis Kapasitor dan Fungsinya Komplit

Avatar photo

Kapasitor adalah salah satu komponen dasar dalam elektronika yang digunakan untuk menyimpan muatan listrik.

Kapasitor terdiri dari dua konduktor atau pelat yang dipisahkan oleh bahan dielektrik.

Konduktor tersebut biasanya berupa lembaran logam atau foil yang ditempatkan berdekatan, sedangkan bahan dielektrik berfungsi untuk mengisolasi konduktor satu sama lain.

Ketika tegangan diterapkan pada kapasitor, muatan listrik terakumulasi pada konduktor atau pelat-pelat tersebut.

Ini menghasilkan medan elektrostatis di antara konduktor, dan kapasitor menyimpan energi dalam bentuk muatan.

Jumlah muatan yang dapat disimpan oleh kapasitor tergantung pada kapasitansi, yang diukur dalam satuan farad (F).

Kapasitansi menunjukkan seberapa efektif kapasitor dapat menyimpan muatan, di mana semakin besar kapasitansinya, semakin banyak muatan yang dapat disimpan.

Jenis kapasitor dan Fungsinya

Jenis kapasitor dan Fungsinya

Ada beberapa jenis kapasitor yang umum digunakan dalam elektronika, masing-masing dengan karakteristik dan fungsinya sendiri.

Kapasitor Keramik:

Kapasitor keramik terbuat dari bahan keramik dielektrik. Mereka kecil, murah, dan tersedia dalam berbagai kapasitansi. Kapasitor keramik digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk penghilang noise, sirkuit logika digital, filter, dan coupling.

Baca juga: Lebih Hemat Listrik Token atau Meteran Pengalaman Sendiri

Kapasitor Elektrolitik:

Kapasitor elektrolitik menggunakan elektrolit sebagai medium dielektrik. Mereka dapat menyediakan kapasitansi yang tinggi dalam ukuran yang relatif kecil. Kapasitor elektrolitik umumnya digunakan dalam aplikasi daya, sirkuit catu daya, filter, dan aplikasi audio.

Kapasitor Tantangan:

Kapasitor tantangan menggunakan lapisan oksida mangan sebagai dielektrik. Mereka memiliki kapasitansi yang tinggi dan sering digunakan dalam aplikasi daya dan penghilang noise pada sirkuit audio.

Kapasitor Film:

Kapasitor film terbuat dari bahan film plastik sebagai dielektrik. Mereka memiliki stabilitas yang baik, daya tangkap frekuensi tinggi, dan kebocoran yang rendah. Kapasitor film digunakan dalam aplikasi seperti sirkuit audio, coupling, filter, dan timing.

Baca juga: 5 Contoh Perubahan Energi Cahaya Menjadi Energi Listrik adalah

Kapasitor Supercapacitor:

Kapasitor superkapasitor, juga dikenal sebagai ultrakapasitor, memiliki kapasitansi yang sangat tinggi dibandingkan dengan kapasitor konvensional. Mereka digunakan untuk menyimpan dan membebaskan energi secara cepat dalam aplikasi seperti penyimpanan daya, pemulihan energi, dan pulsa kuat.

Kapasitor Variabel:

Kapasitor variabel memiliki kapasitansi yang dapat diubah secara manual atau elektronik. Mereka digunakan dalam aplikasi seperti tuning radio, pengatur frekuensi, dan osilator.

Kapasitor Trimmer:

Kapasitor trimmer adalah kapasitor variabel kecil yang digunakan dalam aplikasi di mana perubahan kapasitansi yang kecil diperlukan, seperti pada pengaturan tuning dan kalibrasi sirkuit.

Kapasitor berfungsi sebagai

Kapasitor berfungsi sebagai

Kapasitor memiliki berbagai aplikasi dalam elektronika. Beberapa fungsi umumnya meliputi:

Baca juga: 5 Contoh Perubahan Energi Cahaya Menjadi Energi Listrik adalah

  1. Penyimpanan Energi: Kapasitor digunakan untuk menyimpan energi listrik yang dapat dilepaskan dengan cepat saat diperlukan, seperti pada sirkuit penyalakan, kamera flash, atau mobil listrik.
  2. Penyaringan dan Pemisahan: Kapasitor digunakan untuk menyaring sinyal elektronik dengan membiarkan frekuensi tertentu melewati dan menghambat frekuensi lainnya. Mereka juga digunakan untuk memisahkan sinyal AC dari sinyal DC dalam sirkuit catu daya.
  3. Kopling atau Coupling: Kapasitor digunakan untuk menghubungkan dua sirkuit tanpa mengizinkan arus DC melewati. Ini memungkinkan sinyal AC melewati antara sirkuit.
  4. Penunda Waktu: Kapasitor digunakan dalam rangkaian yang menghasilkan penundaan waktu dalam respon sinyal.
  5. Filter: Kapasitor digunakan dalam filter untuk menghilangkan atau mengurangi frekuensi tertentu dalam sinyal elektronik.

Kapasitor memiliki peran penting dalam desain dan fungsi sirkuit elektronik, dan pemilihan yang tepat dari jenis kapasitor dan nilai kapasitansi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan aplikasi yang spesifik.

Materi kapasitor

Materi kapasitor

Materi yang digunakan dalam pembuatan kapasitor terdiri dari beberapa komponen utama, yaitu konduktor, dielektrik, dan lapisan pelindung.

Konduktor:

Konduktor dalam kapasitor berfungsi sebagai pelat-pelat yang mengakumulasi muatan listrik. Mereka biasanya terbuat dari material konduktif seperti logam, khususnya aluminium atau tembaga.

Baca juga: Alat yang Dapat Mengubah Energi Matahari Menjadi Energi Listrik adalah

Konduktor ini dapat berupa foil (lembaran tipis) yang dilapisi di atas permukaan dielektrik atau konduktor cair pada jenis kapasitor tertentu.

Dielektrik:

Dielektrik adalah bahan isolator yang berfungsi untuk memisahkan pelat-pelat konduktor dalam kapasitor.

Dielektrik memiliki kemampuan untuk mempertahankan muatan listrik dan menghasilkan medan elektrostatis antara konduktor.

Bahan dielektrik yang umum digunakan meliputi keramik, plastik (film), papir impregnasi minyak, mica, tantalum oxide, dan elektrolit dalam kapasitor elektrolitik.

Lapisan Pelindung:

Lapisan pelindung digunakan untuk melindungi komponen kapasitor dari kerusakan fisik dan lingkungan eksternal.

Lapisan ini dapat berupa bahan seperti plastik atau epoksi yang melapisi seluruh kapasitor untuk memberikan perlindungan mekanis dan termal.

Baca juga: Kipas Angin Mengubah Energi Listrik Menjadi Energi ?

Pemilihan bahan konduktor, dielektrik, dan lapisan pelindung sangat penting dalam merancang kapasitor sesuai dengan kebutuhan aplikasi.

Setiap bahan memiliki karakteristik khusus, seperti kapasitansi, tegangan kerja maksimum, kebocoran, stabilitas termal, dan faktor-faktor lain yang harus dipertimbangkan.

Satuan kapasitor

Satuan kapasitor

Satuan kapasitor dalam Sistem Satuan Internasional (SI) adalah farad (F), yang diberi nama dari ilmuwan Michael Faraday.

Satu farad (1 F) setara dengan kapasitansi yang memungkinkan penyimpanan satu coulomb (1 C) muatan listrik saat tegangan satu volt (1 V) diterapkan pada kapasitor.

Farad adalah satuan yang besar untuk kapasitor umum yang digunakan dalam aplikasi elektronik. Oleh karena itu, beberapa sub-multiple farad lebih umum digunakan, seperti:

Baca juga: Melihat Persamaan elco 400v 22uf

  1. Mikrofarad (µF): Satu mikrofarad (1 µF) setara dengan 1/1.000.000 (satu juta) farad. Mikrofarad digunakan untuk mengukur kapasitansi yang umum ditemukan dalam rangkaian elektronik seperti kapasitor elektrolitik dan kapasitor film.
  2. Nanofarad (nF): Satu nanofarad (1 nF) setara dengan 1/1.000.000.000 (satu miliar) farad. Nanofarad digunakan untuk mengukur kapasitansi yang lebih kecil dari mikrofarad dan sering ditemukan dalam kapasitor keramik.
  3. Picofarad (pF): Satu picofarad (1 pF) setara dengan 1/1.000.000.000.000 (satu triliun) farad. Picofarad digunakan untuk mengukur kapasitansi yang sangat kecil, seperti pada kapasitor variabel atau kapasitor film kecil.

Selain satuan-satuan di atas, terdapat pula satuan-satuan yang lebih besar seperti kilofarad (kF) dan megafarad (MF), yang digunakan untuk kapasitor dalam skala besar seperti kapasitor industri atau daya tinggi.