2 Jenis Pengganti Kapasitor Milar Paling Umum

Avatar photo

Sebagai pengganti kapasitor milar (Mylar capacitor), Anda dapat mempertimbangkan kapasitor film polipropilena atau kapasitor film polyester.

Keduanya merupakan jenis kapasitor film yang umum digunakan dan memiliki karakteristik yang serupa dengan kapasitor milar.

Kapasitor Film Polipropilena

Kapasitor Film Polipropilena

Kapasitor film polipropilena memiliki keunggulan dalam stabilitas kapasitansi yang baik, presisi yang tinggi, dan daya tahan yang baik terhadap suhu tinggi.

Mereka juga memiliki tingkat kebisingan rendah dan keandalan yang tinggi.

Kapasitor film polipropilena biasanya digunakan dalam aplikasi audio, filter, dan rangkaian yang membutuhkan presisi dan keandalan.

Baca Juga: 8 Fungsi Kapasitor Keramik Selain Penyimpanan Muatan

Kapasitor Film Polyester

Kapasitor Film Polyester

Kapasitor film polyester (juga dikenal sebagai kapasitor film PET) adalah jenis kapasitor film yang umum digunakan.

Mereka memiliki harga yang lebih terjangkau dan tersedia dalam berbagai nilai kapasitansi.

Baca Juga: Ketahui 5 Fungsi Kapasitor Dinamo Agar Paham

Kapasitor film polyester memiliki karakteristik termal yang baik, tahan terhadap kelembaban, dan cocok untuk berbagai aplikasi seperti sirkuit pemfilteran, pemancar FM, peralatan elektronik, dan lainnya.

Ketika mencari pengganti kapasitor milar, pastikan untuk mempertimbangkan nilai kapasitansi, tegangan kerja, dan ukuran fisik yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Selalu baca spesifikasi teknis dari kapasitor pengganti yang Anda pertimbangkan untuk memastikan bahwa mereka memenuhi persyaratan aplikasi Anda.

Apakah kapasitor bisa di seri?

kapasitor bisa dihubungkan secara seri dalam rangkaian elektronik. Ketika kapasitor dihubungkan secara seri, tegangan pada masing-masing kapasitor akan berbeda, tetapi kapasitansi total rangkaian akan berkurang.

Baca Juga: Pahami 7 Fungsi Kapasitor Variabel Berikut

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menghubungkan kapasitor secara seri:

  1. Kapasitansi Total: Ketika kapasitor dihubungkan secara seri, kapasitansi total rangkaian dapat dihitung dengan menggunakan rumus:1/C_total = 1/C1 + 1/C2 + 1/C3 + …Di mana C_total adalah kapasitansi total, dan C1, C2, C3, dan seterusnya adalah kapasitansi masing-masing kapasitor.

    Perhatikan bahwa kapasitansi total dalam rangkaian seri akan lebih kecil daripada kapasitansi individu setiap kapasitor.

  2. Tegangan: Tegangan pada setiap kapasitor dalam rangkaian seri akan berbeda. Tegangan yang diberikan pada rangkaian harus diatur agar tegangan maksimum pada setiap kapasitor tidak melebihi batas yang ditentukan oleh spesifikasi kapasitor tersebut.
  3. Penyimpanan Energi: Kapasitor yang dihubungkan secara seri akan berbagi energi yang tersimpan di antara mereka. Ketika rangkaian tersebut diberikan tegangan, kapasitor dengan kapasitansi yang lebih rendah akan mengalami perubahan tegangan yang lebih besar daripada kapasitor dengan kapasitansi yang lebih tinggi.
  4. Waktu Pengisian dan Pengosongan: Ketika kapasitor dihubungkan secara seri, waktu pengisian dan pengosongan rangkaian akan lebih lambat dibandingkan dengan menggunakan satu kapasitor dengan kapasitansi yang sama.
  5. Keandalan: Ketika menghubungkan kapasitor secara seri, jika salah satu kapasitor mengalami kegagalan atau korsleting, akan mempengaruhi kinerja dan fungsi seluruh rangkaian.

Baca Juga: Menghitung Kapasitor Bank Untuk Daya 900 Watt

Penting untuk memperhatikan spesifikasi dan batasan masing-masing kapasitor serta mempertimbangkan efek dari menghubungkan kapasitor secara seri dalam rangkaian.

Pastikan untuk memilih kapasitor dengan tegangan kerja yang memadai dan memastikan kesesuaian kapasitansi total dengan kebutuhan aplikasi Anda.